Menu
Lembaga Investigasi Mendidik Pro Rakyat Nusantara

Lidik Pro Demo Tuntut Pencopotan Tim Pokja Unit Layanan Pengadaan Bulukumba

  • Bagikan
Demo Lidik Pro - Pokja Pengadaan barang dan Jasa Bulukumba

Kamis (8/7/2021) sore, sejumlah aktivis Lidik Pro menyeruduk Kantor Bupati Bulukumba, dalam aksi tersebut mereka menyampaikan tuntutan pencopotan tim kelompok kerja (Pokja) pengadaan barang dan Jasa Kabupaten Bulukumba.

Dalam tuntutannya mereka menuntut agar Bupati H Andi Muchtar Ali Yusuf segera menghentikan proses lelang baik yang sementara berlangsung maupun yang telah tayang di portal pengadaan barang dan jasa.

Koordinator aksi, Muh.Ilham Nur mengatakan bahwa aksi ini dilakukan karena terindikasi adanya kecurangan dalam proses pengadaan barang dan jasa yang sengaja dilakukan oleh Panitia Kelompok Kerja (POKJA) Unit Layanan Pengadaan (ULP).

“Ada indikasi kecurangan karena yang diundang oleh panitia dalam proses pembuktian kualifikasi hanya menghadirkan kontraktor tertentu saja” ungkapnya.

Indikasi adanya pengaturan paketpun menguat dalam proses lelang pengadaan barang dan jasa yang dilakukan oleh oknum panitia pengadaan.

“Kami menduga ada oknum panitia yang melakukan pengaturan dan memenangkan paket tertentu dipengadaan kali ini” bebernya.

Dalam tuntutan ini mereka juga meminta Bupati segera mencopot oknum panitia pengadaan yang juga diduga adalah seorang ASN.

“Kami juga minta agar Bupati mencopot panitia pengadaan yang terbukti melakukakan kecurangan”

Diakhir orasi mereka menegaskan bahwa akan melanjutkan perdoalan ini ke kepolisian dan kejaksaan untuk mengusut tuntas kasus ini dan akan melakukan aksi selanjutnya bilamana tuntutan ini tidak ditanggapi.

“Kami juga akan membawa kasus ini ke pihak Kepolisian dan Kejaksaan untuk mengusut tuntas indikasi kecurangan ini dan kami akan turunkan massa yang lebih besar untuk aksi selanjutnya,” tegas orator lainnya Andi Riyal.

Sumber : Suaralidik.com

Taufan pawe
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *