Menu
Lembaga Investigasi Mendidik Pro Rakyat Nusantara

GMIL PRO Laporkan Perkembangan Program 1000 Petani Kelor Untuk Bulukumba

  • Bagikan
Petani Kelor di Bulukumba - Gmil Pro
Ketua Gmil Pro saat bersama dengan Ketua Umum Bachtiar M.CHT

Ketua Gerakan Mahasiswa Intelektual Lidik Pro (GMIL PRO) Dewan Pimpinan Nasional (DPN) M. Aciking melaporkan langsung perkembangan program 1000 Petani Kelor pada beberapa daerah Provinsi Sulawesi Selatan pada Senin (23/8/2021)

Bertempat di Sekretariat Pembantu DPN Lidik Pro Kabupaten Bulukumba, Aciking bersama Syamsir bertemu langsung Ketua Umum Bachtiar M CHT dan Sekjen Muh Darwis K dan beberapa pengurus lainnya.

Ia melaporkan perkembangan program kerja 1000 Petani Kelor di Kabupaten Bulukumba hasil MoU Lidik Pro dengan PT Plaza Desa Indonesia sebagai mitra petani kelor.

“terkait dengan MuO Lidik Pro dengan PT Plaza Desa Indonesia sebagai mitra petani kelor, Kami sudah melakukan sosialisasi pada beberapa titik di Kecamatan Herlang dan Bontotiro, Insya Allah selanjutnya akan bergerak ke kecamatan lainnya seperti Ujung Loe dan Gantarang,” jelas Ketua Gmil Pro ini di depan Ketua Umum dan Sekjen.

Syarat dan Cara Menjadi Petani Kelor

Cara menjadi Petani Kelor

Lidik Pro mencari 1000 petani di Kabupaten Bulukumba untuk siap budi daya tanaman kelor.

Syarat utama bergabung menjadi petani kelor siap menanam tanaman kelor minimal 1000 pohon kelor atau pada lahan minimal seluas 10 Are.

Tanaman tidak perlu dalam satu lokasi yang sama, bisa berbeda lokasi selama petani mampu menjangkaunya.

Jaminan kepastian harga dan tempat menjual dari perusahaan tertuang dalam bentuk kontrak antara petani dengan perusahaan.

Sehingga petani kelor tidak ragu lagi dengan harga dan tempat penjualan.

“Mereka akan Kami terus bina, bahkan Kami akan memberikan fasilitas mesin pengering jika petani mampu produksi sekitar 3 Kg daun kelor per hari,” jelas Aciking.

Harga Daun Kelor Kering

Harga daun kelor kering
Foto : Petani kelor sedang memetik daun kelor

Jaminan Harga Daun Kelor tentu akan tertuang juga dalam kontrak Petani kelor dengan perusahaan.

Untuk menghasilkan 3 Kg daun kelor kering cukup dengan memetik 20-25 pohon dan dapat berproduksi setiap hari

“Jika harganya perkilo 50 ribu rupiah setiap hari tentunya ada 150 ribu. Dalam sebulan setiap petani bisa bisa berpenghasilan sekitar Rp 3 juta sampai Rp 4,5 juta” paparnya.

Selain menjadi bahan ekspor, Daun kelor juga dikelolah di Indonesia menjadi bahan baku kosmetik, obat herbal, minuman dan lainnya.

Baca juga : Gandeng LIDIK PRO, PT Plaza Desa Indonesia Cari 1000 Petani Muda di Bulukumba

DPN Support Program

Menerima laporan perkembangan Ketua Gmil Pro RI, Ketua Umum dan Sekjen mengapresiasi dan bahkan akan memberikan support langsung kepada kader-kader Lidik Pro dalam menyukseskan program 1000 petani kelor.

“Insya Allah, Kami akan membantu ke daerah-daerah lainnya, koneksi dengan ketua-ketua bandan Lidik Pro tingkat DPD di seluruh Sulawesi selatan,” support Muh Darwis K.

Taufan pawe
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *