Menu
Lembaga Investigasi Mendidik Pro Rakyat Nusantara

Ketua Garda Lidik Pro Sulsel Ingatkan Kader Bijak Bermedsos

  • Bagikan
Bijak bermedsos - Garda Lidik Pro
Ketua Garda DPP Lidik Pro Provinsi Sulawesi Selatan Muh Mustahyamin

Ketua Bidang Ketertiban dan Keamanan alias Garda (Garis Depan) Lidik Pro DPP Provinsi Sulawesi Selatan Muh Mustahyamin meningatkan kepada seluruh kader agar bijak bermedia sosial (bermedsos).

Media sosial merupakan alat untuk mencari dan membagikan informasi kepada khalayak umum sebagai penunjang kegiatan organisasi.

Kader mampu mendapatkan informasi dengan cepat tentang isu-isu sosial yang sedang marak di tengah-tengah masyarakat.

Medsos juga mempermudah kader dalam mendapatkan informasi-informasi kemasyarakatan yang berguna untuk organisasi, termasuk menjadi alat informasi dalam membantu masyarakat.

Selain itu, bisa dijadikan sebagai sarana hiburan dan dapat mendatangkan uang.

Hal ini diutarakan Muh Mustahyamin dalam orbrolan ringannya bersama Ketua DPP Sulsel Muh Kemal dan beberapa kader lainnya pada Jumat (18/6/2021) sore di salah satu warkop Kota Makassar.

Namun demikian, Ia mengingatkan dengan tegas agar semua kader Lidik Pro khususnya di provinsi Sulawesi Selatan agar bijak dalam bermedsos.

Muh Mustahyamin yang kerap disapa amin ini juga memberikan contoh simple.

” misalnya di facebook, Anda mengupdate status yang berdampak menyinggung atau mencemarkan nama baik seseorang atau instansi tanpa dasar yang kuat, atau mungkin tidak balance, tentu akan mengundang pro dan kontra dan bisa berujung pada hukum yang harus dipertanggungjawabkan, baguslah kalau ada data pendukung, kalau hanya sekedar mencopy perkataan orang lain kan itu beresiko” contoh Amin

Amin bahkan menyayangkan beberapa kader Lidik Pro memposting status yang bahkan menyerang orang lain tanpa dasar kuat.

“Parahnya lagi, masalah internal lembaga terkadang dibawah-bawah juga ke media sosial dan menjadi konsumsi umum, ini kan tidak menunjukkan kedewasaan dalam berorganisasi, kita ada Etika dalam berorganisasi, tidak sekedar berbunyi, ada filter,” tambah Amin.

Lembaga Lidik Pro termasuk lembaga informatif dan edukatif, bukan lembaga provokatif.

Akan selalu ada limpahan informasi atau orang-orang tak bertanggung jawab yang wara-wiri di media sosial.

Kalau sudah begini, kamu harus mawas diri dalam menyaring informasi-informasi yang tersebar. Waspadai pula pengguna-pengguna tak dikenal yang tiba-tiba mengirim pesan tanpa maksud dan tujuan yang jelas untuk mencegah terjadinya penipuan atau hal-hal lain yang tak diinginkan.

“Saatnya tampil sebagai lembaga informatif, memberikan informasi kemasyarakatan yang bermanfaat serta mengedukasi. Kita harus tampil memberikan contoh kepada masyarakat, bagaimana cara membangun komunikasi dan menyebarkan informasi yang baik di muka umum,” tutup Amin.

Taufan pawe
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *